Posted in Lifestyle

Andai aku? 

Kita nggak pernah puas dengan apa yang kita peroleh sekarang, dan selalu ada kalimat angan angan dalam diri kita seperti ini “andai aku ____”  apa pun itu.
Andai aku tampan!!! Tak perlu lah ku repot berkorban untuk mendapatkan hati wanita yang kita suka.

Andai aku orang kaya!!! Tak perlu lah ku membantu ayah bekerja, ku bisa main dengan teman sepanjang waktu, bisa beli apapun yang di mau.

Andai aku terlahir pintar!!! Nilai ujian ku pasti akan selalu bagus, tak perlu repot belajar seharian untuk mendapat nilai bagus. Tak akan di marahi orang tua karena nilai ulangan jelek, apa pun yang di mau pasti akan terkabul.

Andai aku tak bisa gemuk!!! Mau makan sebanyak apapun aku tetap kurus, senang nya hidup seperti itu.

Andai aku masuk surga!!!  Tak perlu lah ku hidup sengsara di dunia ini, hidup berleha leha disana, semua nya ada, semua nya indah, mau apapun ada.

Selalu ada pikiran dengan angan angan “andai aku”, ya semua orang ingin sempurna, semua orang ingin hidup bahagia, semua orang ingin memiliki apa yang orang lain miliki. Padahal kita juga sudah tau semua hal itu di dapat karena proses, tapi kita berharap kenapa takdir kita seperti ini, kenapa takdir kita tak seperti dia atau mereka? Perbedaan nya adalah dia bersyukur dengan apa yang dia punya, dia pun pasti punya angan angan mempunyai suatu hal yang belum dia peroleh. Tapi coba lah sesedikit apapun yang tuhan berikan, coba kita nikmati dengan ikhlas, dengan terima kasih kepada tuhan. Orang lain pun pasti ada yang menginginkan kehidupan seperti yang kamu jalani. 

Suatu hari saya pernah sholat di suatu masjid oleh ayah saya, setelah sholat saya melihat tiga orang dengan pakaian muslim putih bersih, saya hiraukan karena saya hanya melihat sekilas. 

Lalu ayah saya beranjak setelah sholat, lalu ayah saya bersalaman dengan tiga orang yang berkumpul tadi, ternyata mereka teman ayah saya. 

Setelah masuk di dalam mobil saya bertanya kepada ayah saya, “yang tadi siapa pak? ”  saya bertanya. “itu pak haji ****.” 

Lalu saya bertanya latar belakang mereka, ternyata mereka adalah pengusaha. Tapi kenapa mereka hanya berkumpul di masjid? Kenapa bukan ketempat kerja nya?  

Lalu ayah saya berkata, “itu lah Allah, ketika kita memenuhi kewajiban nya, maka akhirat dan dunia nya pun di berikan kebahagian dan kecukupan. Tapi kalau kamu hanya mengejar kesenagan di dunia, akhirat tak di raih dunia pun terseok seok menjalani nya.”

Itu lah dimana saya memutuskan merubah pikiran hidup saya. “Saya hidup untuk sholat, beribadah kepada Allah. Harta tidak boleh menghalangi ibadah saya.”

Advertisements

Author:

Jadul, love melancholic and poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s