Posted in Lifestyle

Di bawah papan reklame Kota Bekasi.


​Keras kota bekasi tak membuat orang jalan nya pun keras hati. 

Orang yang mengaku pernah sekolah pun di jalan tak bisa menjaga martabat mulut nya sebagai orang yang berpendidikan.

Hidup di jalan tak sekeras nasi, apalagi bubur yang masih didalam panci panas. 

Papan reklame menjadi saksi bisu kehidupan orang disini.

Sukur sukur berjualan di depan stasiun bisa sukses saat pensiun. 

Atau hidup sekarat mati saat melarat Ini lah hal nyata kehidupan didepan mata.

Muhammad Ramadhan 

(Murdhan)

Advertisements

Author:

Jadul, love melancholic and poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s