Posted in art, Dailylife, experience, fishing, hobi, indonesia, Lifestyle, remaja, sastra, sport, Teenagers

Kota penuh keji.

Malam ini kota terasa sepi, seperti tanpa ada penghuni. Aku baru sampai malam ini, kota dimana orang tua ku tinggal. Sudah hampir 5 tahun aku tak pernah kembali, sejak aku pergi merantau jauh dari sini. Kota dimana perbatasan kerawang bekasi. 

Kota ini di kuasai industri, saat saya pindah kesini tahun 1998 atau tahun 1999, semua nya belum begini. Semua masih asri, banyak petani bercocok tanam padi. 

Yang membuat ku benci kota ini adalah, banyak nya kekerasan disini, kebengisan premanisme menghantui. Satu sama lain tak peduli, teman mu bisa saja mencekik mu sampai mati. Hanya untuk makan nasi, sampai berani mangingkari janji.

Jangan kau anggap mudah hidup di kota ini.

Advertisements

Author:

Jadul, love melancholic and poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s