Posted in art, Dailylife, experience, fishing, hobi, indonesia, Lifestyle, remaja, sport, Teenagers

Munafik

Cinta. Kesenangan tiada tara ketika merasakan manis nya, tapi ada juga kesakitan yang menusuk sangat dalam hingga jantung pun dapat berhenti sejenak. 

Apa guna cinta di dunia ini?  Cinta ibarat sebuah buah yang di petik dari pohon. Semua nya random, semua nya tidak terkira, semua nya begitu cepat terjadi. Kata orang, cinta itu butuh kesabaran, apa benar? Banyak orang di luar sana menunggu waktu yang tepat untuk mendekati seseorang yang dia suka, alhasil ternyata dia pun berkahir tertikung, atau tertolak. Banyak orang mencintai dengan diam diam hanya karena dia takut merasakan sakit itu lagi. 

Apa cinta itu adil?  Saya rasa tidak. Cinta bukan lagi seseorang yang memberi surat, di balas dengan surat. Tapi cinta sekarang adalah, kau jemput aku dengan mobil, kita jalani hubungan.

Nama saya rama, kalian pasti tau pasangan rama itu siapa?  Shinta, apa saya sudah menemukan shinta?  Banyak wanita bernama shinta. Tapi apa harus saya mempunyai pasangan bernama shinta?  mungkin tidak harus, Tapi setiap wanita yang pernah singgah di hati saya mereka adalah wanita yang pernah membuat saya senang di samping nya. 

Sudah lama saya tidak merasakan kecemburuan, tapi akhir akhir ini entah kenapa saya merasakan hal yang mengganggu hati dan pikiran saya, apa lagi kalau bukan cinta?  Ingin saya cemburu, tapi siapa saya?  Bukan pacar, pacaran dengan nya pun tidak pernah. Resiko mencintai seseorang diam diam, tak tau harus bagaimana, tak tau harus melakukan apa. Disaat saya berusaha untuk sukses dan akan segera mendekati mu, tapi mau bagaimana kau sedang dekat yang lain. Saya bukan takut kamu di miliki nya, tapi saya takut kamu tak kunjung putus dengan nya, saya takut suatu hal terjadi oleh kamu karena diri nya, mungkin saya hanya bisa tak rela kamu dengan nya. 

Ibarat jam berjalan detik demi detik, hujan turun dengan rintik. Tak ada yang bisa menghalangi kamu dengan berkutik, dan saya hanya bisa melihat jejak kehilangan mu yang tersapu hujan rintik.

Advertisements

Author:

Jadul, love melancholic and poetry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s